Kamis, 13 Februari 2014

Lalu



Lalu,
Kau menghujamku dengan segala arus hatimu,
Lalu,
Kau tau aku bergelut sendu bersandingmu,
Lalu.
Kau alirkan aku ke rahim hatimu,
Lalu,
Kau nyalakan segalanya menjadi akan,
Lalu,
Kau sudah lama menjelma hatiku,
Lalu,
Kau tau betapa aku menjadi sosok khayalan gilamu,
Lalu,
Aku bisa apa jika kau sudah milik orang bertahun-tahun silam,
Lalu,
Sinarkan hatiku seutuhnya atau sambutlah aku dialam berikutnya.

Selasa, 24 September 2013

Sepeda Biru-ku

Ku paksa ke dua kakiku sampai dalam kampus,
Ku gembok dirimu seperti jagaku terhadap diriku,
Selamat tinggal motor biru ku,
Selamat datang kamu,
Aku merasakan kata-kata yang sering ku ucapkan dulu,
Ada yang datang, pasti ada yang pergi,
Sepeda biru ku,
Malu ku,
Gengsi ku,
Marah ku,
Gaya ku, serta
Syukur ku, terimakasih,
Sepeda biruku,
Kau yang menggantikan mereka semua,
Mereka yang tampak terlihat, dan
Mereka yang tak tampak serta tak terlihat,
Hari ku, sepeda biru ku,
Mereka yang berwujud yang meninggalkan ku,
Terimakasih, kau yang banyak memperi arti apa itu materi.

Selasa, 02 April 2013

Pollution

Pollution that I know…
Can’t calming people in the eart again,
Pollution had poisoned somebody,
Pollution had not purified,
Pollution is thin dancing,
Not whisper again,
Change to be thick and more accurate.
Ahhhh
We only can hidden,
We only can abuse,
Altought, ourself making and poison.
Pollution be miserabele and poor. Now,
Call fresh air is pollution,
I miss fresh air that romantic, thin dancing between badluck in this afternoon,
Please, we can change pollution together.

WATER

Water is you.
The life power of it is you.
The purity of it is you, and the cold touch of it is you.
Water is flowing blood in body of world.
It goes down to much from sky roof, and then slowly.
When will yard have nered the earth. Flow nd fill empty rooms.
To be a river, gutter and lake.
Can be a puddle, current to end with one direction.
Meet blue spread out area, that this named ocean, and then all people had scorned.
Ahhh raining again! Do you know? Just follow current and we often plug the water.
Along river’s current, admired
Along river’s  current, mocked
All people are panic, to shout, mock “overlowed”!
Isn’t life just cycle? Cause and result
It follows cycle?
Tempo 98: water is holly for the chirstians
No water, No life!

Minggu, 09 Desember 2012

Change

November,
Kau sedikirt menakutiku,
Mungkin kau juga yang akan menyelmatkanku,
Aku 10% ragu,
Kau bulan yang terpilih untukku,
Aku mohon, hilangkan debu dikedua bola mataku ini,
Seriuslah seperti semut saat bertemu dengan kawan-kawannya,
Aku hanya sebatangkara yang menggantung kepadamu,
Kau bulan yang telah mlahirkan ibu dan kakak keduaku,
Aku meninggalkan kos yang free itu,
Aku mulai pingitan,
Aku meninggalkan dunia malamku,
Aku yang dulu bercita-cita seperti ini,
Dan akhirnya Tuhan mengabulkan segala inginku disini,
Aku yang akan berbeda dilusa.


Doloe

Dia yang secara tidak sadar melengkapimu,

Dia yang selalu kau ajak untuk mengelilingi 3 warna senja itu,

Dia yang merekam segala masalah hidupmu,

Dia yang mengangkat daun-daun yang berguguran itu,

 Aku tetap menjadi mawar putih,

Aku tidak akan pernah mengubah diriku menjadi mawar merah berduri seperti dirinya,

Aku akan tetap menunggu kesempatanku bicara,

Untukmu yng doloe terimakasih,

Untuk segala hal yang pernah kau berikan untuk mengembalikanku bisa berjalan normal lagi,

Aku hanya ingin kau memberikanku satu alasan untuk tetap bertahan melihat indah hidupmu bersama dia,

Jangan paksakan aku untuk memberikanmu 1000 cambukan sebagai alasan aku masih menunggumu bicara.

Minggu, 28 Oktober 2012

Debu Jahat

Saat kau lanjut usia, aku mengira kau masih tetap menimangku,
Kau akhiri hidup ini,
Sumur dirumahmu juga kekeringan,
Kita memboyong segala kotoran itu dalam ember merah,
Tidak menyalahkanmu, kenapa kita tidak bisa sepertimu,
Bukan karna kau memanjakan kita,
Sajak indah diruang tamu,
Tidak hanya hancur karna debu,
Aspal  yang terus saja menanam emosi dalam rumah kita,
Sajak dikala senja untuk teras kita,
Aksara disaat sinetron malam ruang tv kita,
Figura yang tetap saja diam dan berdebu,
Milk yang selalu kudapatkan dikala senja beliau berjalan pulang,
Bahkan yakult untukku setiap sore hari,
Gule weekend  yang selalu menjadi upacara pagi kita,
Kenangan yang tersapu dengan debu,
Kita tetap berjuang untuk hidup yang tidak mudah ini.